
Beribadah ke Tanah Suci adalah impian banyak muslim. Selain menunaikan kewajiban suci, ada satu hal lain yang selalu ditunggu: makanannya! Ya, siapa bilang perjalanan ibadah hanya soal rohani? Banyak jamaah haji dan umroh Indonesia yang mengaku tak bisa melewatkan kesempatan mencicipi makanan khas setempat—atau mencari cita rasa Nusantara yang akrab di lidah.
Menariknya, ada beberapa tempat makan di Mekkah dan Madinah yang selalu jadi langganan jamaah asal Indonesia. Rasa yang cocok, harga yang ramah, dan suasana yang nyaman, jadi kombinasi sempurna setelah seharian beribadah.
1. Restoran Rumah Makan Indonesia (Mekkah & Madinah)
Restoran legendaris ini sudah seperti “rumah kedua” bagi jamaah Indonesia. Menyajikan menu seperti soto ayam, rendang, ayam goreng, dan sambal terasi, tempat ini selalu dipenuhi pelanggan yang rindu masakan kampung halaman. Lokasinya dekat hotel jamaah Indonesia, jadi tak heran selalu ramai.
2. Albaik – Favorit Sepanjang Masa
Kalau ini sudah bukan rahasia lagi. Siapa pun yang ke Saudi, pasti akan mendengar nama Albaik. Ayam goreng khas Arab ini begitu juicy, bumbu meresap, dan harganya bersahabat. Jamaah Indonesia sampai rela antre panjang demi sekotak Albaik lengkap dengan saus bawang putih yang khas.
3. Tazaj – Menu Sehat Rasa Mantap
Alternatif Albaik bagi yang ingin ayam panggang rendah lemak. Tazaj hadir dengan konsep cepat saji tapi lebih ringan di perut. Banyak jamaah memilih Tazaj karena cepat, bersih, dan mudah dijangkau.
4. Warung Nasi Padang “Indonesia di Hati”
Beberapa rumah makan kecil milik diaspora Indonesia juga tak kalah ramai. Biasanya ada di dekat Masjid Nabawi atau pemukiman warga Indonesia di Saudi. Menu andalannya? Tentu nasi padang lengkap dengan gulai, sambal ijo, dan teh manis hangat!
5. Zam-Zam Pullman Buffet (Mekkah)
Bagi yang menginap di hotel bintang lima seperti Zam-Zam Pullman, buffet-nya sangat memanjakan. Selain masakan internasional, mereka juga menyajikan makanan Asia Tenggara. Banyak jamaah memuji variasi menunya yang bersih dan lezat.
Tips agar Tidak Boncos Saat Kulineran
- Cek Harga Dulu: Kadang harga makanan di sekitar Masjidil Haram dan Nabawi bisa jauh lebih tinggi. Selalu pastikan dulu sebelum memesan.
- Bagi Rombongan: Membeli makanan dalam jumlah besar dan patungan bisa lebih hemat.
- Gunakan Aplikasi Peta: Banyak restoran tidak memiliki papan nama dalam huruf Latin. Gunakan Google Maps atau aplikasi umroh Anda untuk mencari rute tercepat ke tempat makan favorit.
Kesimpulan
Makan bukan sekadar mengisi perut, tapi juga mengisi hati dengan kenangan. Saat beribadah ke Tanah Suci, menyantap makanan yang kita sukai bisa jadi penguat fisik dan perasaan. Dan tak ada salahnya mencari rasa Indonesia di tengah padang pasir Saudi.
Jika kamu sudah siap berangkat tapi belum urus visa, jangan sampai urusan administratif jadi penghambat niat suci. Percayakan urusan visa Saudi-mu kepada AkuVisa – jasa terpercaya yang siap bantu proses cepat, aman, dan profesional.